Rumah Sakit Panti Rapih merupakan rumah sakit swasta bertipe B yang berlokasi strategis di Kota Yogyakarta. Didirikan pada 14 September 1929 oleh lima biarawati dari Ordo Katolik Sisters of Mercy of St. Carolus Borromeus, kami hadir memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama. Dengan Akreditasi Paripurna (KARS), kami memadukan teknologi medis modern, profesionalisme tenaga kesehatan, dan nilai kemanusiaan serta kasih.








Berawal dari tahun 1928, lima suster dari Ordo Carolus Borromeus datang ke Yogyakarta. Bangunan selesai di Agustus 1929 dan diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dengan nama Onder de Bogen Hospital. Pada masa pendudukan Jepang, nama diubah menjadi "Panti Rapih" (tempat penyembuhan) oleh Mgr. Soegijapranata. Rumah sakit ini juga berperan merawat pejuang kemerdekaan, termasuk Jenderal Soedirman.
Lokasi Strategis: Terletak di Jalan Cik Di Tiro, dekat dengan UGM, memudahkan akses bagi masyarakat dan mahasiswa.
Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala meliputi demam tinggi mendadak, nyeri sendi, dan ruam.
Penanggulangan: Lakukan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur), gunakan kelambu/lotion anti nyamuk, dan penuhi asupan cairan tubuh. Jika demam > 3 hari, segera ke IGD RS Panti Rapih.
Dikenal sebagai *silent killer*, sering tanpa gejala namun memicu stroke dan serangan jantung.
Penanggulangan: Kurangi asupan garam harian, kelola stres, rutin berolahraga, dan lakukan kontrol tensi darah rutin di Poliklinik Jantung kami.
Gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi kronis.
Penanggulangan: Atur pola makan rendah gula, jaga berat badan ideal, rutin aktivitas fisik. Konsultasikan diet Anda dengan Ahli Gizi dan Dokter Penyakit Dalam di RS Panti Rapih.
Infeksi virus/bakteri pada saluran napas, sering meningkat di musim pancaroba.
Penanggulangan: Gunakan masker jika sakit, cuci tangan dengan sabun, perbanyak vitamin C. Vaksinasi influenza tersedia di Layanan Vaksin Internasional kami.
1. Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah langkah pertama dan paling krusial dalam mencegah berbagai penyakit menular. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air mengalir sebelum makan dan setelah dari toilet dapat secara signifikan menurunkan risiko infeksi saluran pencernaan dan pernapasan. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja dari genangan air dan tumpukan sampah juga sangat penting untuk memutus rantai perkembangbiakan vektor penyakit, seperti nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria.
2. Memenuhi Kebutuhan Nutrisi dan Hidrasi yang Seimbang. Asupan makanan bergizi memainkan peran penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh (imunitas). Konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan segar, protein tanpa lemak, dan biji-bijian utuh memberikan vitamin dan mineral esensial yang dibutuhkan tubuh untuk melawan patogen. Menghindari konsumsi gula berlebih, garam tinggi, dan lemak jenuh juga dapat mencegah penyakit tidak menular kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Tak lupa, minum air putih minimal 8 gelas per hari memastikan metabolisme tubuh berjalan dengan optimal.
3. Melakukan Aktivitas Fisik secara Rutin dan Mengelola Stres. Olahraga teratur minimal 30 menit sehari, setidaknya lima kali seminggu, terbukti ampuh dalam menjaga kebugaran kardiovaskular dan mengontrol berat badan yang ideal. Aktivitas fisik tidak harus berat; jalan cepat, bersepeda santai, atau senam aerobik sudah cukup memberikan dampak positif. Sejalan dengan fisik yang aktif, kesehatan mental juga perlu dijaga dengan mengelola stres secara bijak. Stres berkepanjangan dapat memicu produksi hormon kortisol berlebih yang berujung pada penurunan daya tahan tubuh, sehingga relaksasi, meditasi, dan istirahat yang cukup sangat dianjurkan untuk pemulihan optimal.
4. Melakukan Deteksi Dini dan Pemeriksaan Kesehatan Rutin (Medical Check-Up). Mencegah lebih baik daripada mengobati. Melalui pemeriksaan kesehatan rutin setidaknya satu kali dalam setahun, kelainan atau bibit penyakit dapat dideteksi sejak stadium awal sebelum menimbulkan gejala yang lebih parah. Fasilitas layanan kesehatan seperti Medical Check-Up Center di Rumah Sakit Panti Rapih siap memfasilitasi kebutuhan ini dengan alat diagnostik mutakhir dan tenaga medis profesional. Selain itu, melengkapi imunisasi dasar dan lanjutan sesuai usia (seperti vaksin influenza atau pneumonia) merupakan perisai tambahan dalam menghadapi ancaman berbagai penyakit infeksi.
Ya, RS Panti Rapih melayani pasien BPJS Kesehatan dengan mengikuti ketentuan dan prosedur rujukan berjenjang yang berlaku dari faskes tingkat pertama.
Pendaftaran online dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Panti Rapih yang bisa diunduh di Google Play Store dan Apple App Store, atau melalui website resmi kami.
Waktu kunjungan pasien dibagi menjadi dua sesi: Pagi pukul 10.00 - 12.00 WIB dan Sore pukul 16.00 - 18.00 WIB. Pengunjung diwajibkan mematuhi tata tertib rumah sakit.
Ya, IGD Rumah Sakit Panti Rapih beroperasi penuh 24 jam setiap hari, didukung oleh tim dokter jaga dan perawat yang profesional serta fasilitas medis yang lengkap.
Kami menyediakan gedung parkir bertingkat yang luas dan aman di dalam area rumah sakit, yang dapat diakses melalui pintu masuk yang telah disediakan.
Tentu, kami menyediakan layanan ambulans 24 jam untuk kondisi gawat darurat dan kebutuhan transportasi medis pasien. Silakan hubungi IGD di nomor (0274) 514014.